pelangi menatap mentari pukul 15.00 dengan mata menyipit, sinar mentari kala itu masih cukup kuat, sehingga tak mungkin membuat mata nya terbuka bebas, dipastikan ia akan kalah, yaa.. ia memang sedang menerima tantangan dari praha teman sebangkunya, lelaki berkulit sawo matang itu merupakan teman sekaligus rival dalam kelas, "ahhh udah deh ,ngi kalah sih kalah aja...." ledek praha setengah tersenyum "diem deh lo, gue hampir menang nih , beberapa detik lagi" ujar pelang masih bertahan "arghhh..udah ahh ntar lo sakit mata lagi, lagian seperti biasanya lo pasti menang, lo pasti bisa natap matahari selama 1 menit tanpa kedip,udah pulang yuk" pelangi pun menyudahi acara tatap menatapnya dengan matahari, ia pun kemudian mengambil tas ransel yang ia letakan di sampingnya "mau gue anter?" tawar praha "gausah pra, gue dijemput bokap gue" "oh bagus dong , mulai ada kemajuan, semoga aja kali ini bener dijemput" ujar praha "ya..." desah pelangi setelah berpamitan dan saling melambai tangan praha pun melajukan motor sport merahnya , kini tinggal pelangi sendiri yang menunggu di taman kota, ada perasaan aneh namun juga bahagia, pasalnya, baru kali ini papah nya benar benar ingin menjemputnya, serius atau tidaknya ia tidak hiraukan , karena ia yakin papanya pasti akan menepati janjinya ,kali ini.. jam masih menunjukkan pukul 15.10, "pasti papa lagi on the way nih, " pekiknya keramaian dan kemacetan diluar taman kota menjadi pemandangan sore yang tak pernah luput dari pemandangan, namun itulah yang pelangi sukai, moment ini membuatnya selalu teringat akan keluarga utuhnya dahulu, dimana mamanya masih menemani nya ketika berjalan jalan sore, ya mamanya telah 2 tahun meninggal, keadaan itu amat membuat pelangi hilang arah, ditambah ia tak pernah dekat dengan papanya, mungkin kali ini papanya ingin menjemputnya karena papanya telah sadar bahwa anak adalah nomor 1 bukan daripada perusahaannya ,bukan sebaliknya pelangi pun kembali melihat jam tangannya, jam masih menunjukan 15.30, namun tak ada sama sekali tanda tanda kehadiran papanya, ia pun merogoh saku kemeja seragamnya, untuk meraih handphone nya, dengan hati setengah cemas ia pun kemudian mencari kontak papanya dan kemudian menghubunginya, "ayoo paa, angkat!!!" gumam pelangi, pelangi pun menunggu , namun nihil, papanya sepertinya tak merespon sama sekali panggilannya, "mungkin lagi nyetir kali ya" gumam pelangi ia kemudian memutuskan untuk menunggu papanya kembali, angin sore mulai terasa dingin, suasana taman kota pun mulai sepi, terkecuali daerah luar taman kota alias jalan raya "atau jangan jangan papa,jemput kesekolah ya?, tapi sekolah kan pasti udah tutup" gumamnya, pelangi pun mulai merasa bahwa papanya berbohong, ia mulai hilang kesabaran , mulanya ia ingin kembali ke sman 212 alias sekolahnya, namun ia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk beranjak pergi * * * * om rasyaf membuka pintu rumah dengan muka cemas, ia punkemudian menghampiri mbok sumi yang tengah melintas didepannya "mbok , pelangi mana mbok?" "saya ndak tau tuan, dari tadi belum pulang" "astaga! pasti dia lagi nunggu saya , " pekiknya tak berselang lama kemudian, terdengar suara gerbang utama dibuka, "pasti itu dia" ujar om rasyaf pelangi pun kemudian muncul dengan tampang dingin, tak ada semburat cahaya kesenangan dimatanya "pelangi, maafkan papa sayang, papa.." "cukup pah! pelangi nggak butuh semua penjelasan dari papa, kalo sekiranya ngga bisa menepati janji ngga usah sok soka an mmnuat janji, " "bukan begitu, papa tadi ada meeting dan di tengah perjalanan papa tadi dapat berita kalo sekretaris papa dirawat di rumah sakit" "sekretaris atau simpenan ha?" jawab pelangi dengan kesal "jangan ucapan kamu pelangi, papa sudah jujur dan minta maaf , apakah itu kurang?" nada om rasyaf mulai meninggi "papa yang harusnya jaga kelakuan, pelangi udah nunggu sampe kedinginan diluar sana demi menunggu jemputan yang tak pernah pasti kehadirannya, dan bodohnya aku, aku percaya percaya aja ,waktu papa bilang papa mau jemput,bilang aja selingkuhan lebih penting pake cari cari alesan ini itu , BULLSHIT!! " nada suara pelngi pun tak kalah meninggi "PELANGI!" "apa ha? papa mau marah? seharusnya pelangi yang marah! pah mama itu baru dikubur 2 tahun , bukan 100 tahun, kalau papa memang setia, papa ngga akan ada main api sama si wanita simpenan papa itu, dan asalkan papa tau, mama meninggal gara gara perselingkuhan papa!mama jadi banyak fikiran dan sakit sakitan, dan 1 lagi , jangan pernah sekalipun menjanjikan akan menjemput pelangi lagi, karena pelangi sudah muak! sebagai seorang ayah papa nggak berhasil sama sekali, NGGAK BERHASILL!!" teriak pelangi sembari menaikki tangga menuju kamarnya di lantai 2, kemudian ia pun membanting pintu kamarnya dengan keras. * * * bel berbunyi, pertanda istirahat tiba.. seperti biasa pelangi mengampiri taman belakang dan merenung sejenak di sana, hari ini praha absen tanpa keterangan, membuat hari hari pelangi diselimuti kabut pekat "heh autis, lagi nyari wangsit lo disitu. hari gini ngelamun di taman ,lo pikir bakal ada bidadari jatoh terus ngabuli 3 permohonan, ketinggian tuh khayalan.." teriak adam "hahaha.." teman temannya pun sontak riuh tertawa pelangi pun tak mempedulikannya, ia tetap duduk merenung tanpa terusik sedikit pun, hal tersebut membuat adam berang, karena artinya rencana jahilnya gatot, alias gagal total " eh dam, si pelangi kan lagi galau, karena si pujaan hatinya ngga masuk sekolah,huhu kecian ngga ada sang pahlawan" celetuk rakai "hahaha ngga ada sang pangeran kodok pembelanya niyeee" timpal saza "heh dam kalo niat lo mau ganggu gua,percuma gua lagi ngga minat!" ujar pelangi lemas dan kemudian beranjak meninggalkan mereka "ngga biasanya dia lemes gitu, walaupun dulu waktu kelas 10 si praha ngga masuk 3 hari tanpa kabar,dia biasa biasa aja" gumam adam, "heh kenapa sekarang lo yang ngelamun?" ujar rakai "ah..eh kaga kaga gua cuma lagi mengamati pemandangan" "ce ilehhh gaya bahasa lo, adam sang kapten kece tampan nan sombong mana mau merhatiin pemandangan, lo kesamber setan taman dam?" "ah udahlah cabut yu, gua laper nih" "pas banget, di kantin lagi ada anak anak cheerleaders,ah pasti seger nih, ayo buruan" ujar saza yang tiba tiba bersemangat, "huuuuu... dasar pria bibir belang!" celetuk rakai mereka bertiga pun beranjak meninggalkan taman belakang menuju kantin,adam melangkah dengan langakh berat dan hati penuh tanda tanya "dia kenapa ya?.." * * * * to be continue...
author by : inka adiyanti
kumpulan cerita dan riddle
blog ini saya buat khusus untuk memposting hal hal berupa novel teenlit tentang percintaan,dan persahabatan ataupun ridle ,dan hal lain yang berbau misteri hasil karysa saya sendiri
Rabu, 05 November 2014
Rabu, 15 Oktober 2014
riddle#2- sobat terbaikku
aku mempunyai teman bernama velish , ia adalah anak yang pintar terutama dalam bidang ipa biologi, yang juga pelajaran kesukaanku, karena aku sangat tertarik dan sangat berusaha untuk mendapat nilai gemilang dalam bidang tersebut.
selain itu ia pun sama sepertiku menyukai dan mempelajari hal mistis dan sulap. ia pun seorang anak yang penuh kejutan,sulit ditebak, penuh basa basi,dan kreatif dalam menemukan ide ide yang menegangkan
namun banyak orang beranggapan bahwa ia congkak dan menyebalkan, tapi tidak bagiku, karena ia suka membantuku ketika ada hal yang sukar untuk aku pecahkan, seperti kemarin ia membantuku dalam mengerjakan praktek membedah tikus di laboratorium, aku pun mengucapkan terimakasih pada velish namun sebagai balasannya ia hanya meringis dan menumpahkan cairan berbau nan kental di meja lab, namun apa peduliku , mungkin itulah pengganti kalimat "sama sama" karena memang anak itu penuh basa basi dan bukan tipe orang yang to the point,ah sudah lah yang penting aku telah mengucapkan terimakasih dan aku bahagia , terimakasih vel, kau sahabat terbaikku
author : inka adiyanti
selain itu ia pun sama sepertiku menyukai dan mempelajari hal mistis dan sulap. ia pun seorang anak yang penuh kejutan,sulit ditebak, penuh basa basi,dan kreatif dalam menemukan ide ide yang menegangkan
namun banyak orang beranggapan bahwa ia congkak dan menyebalkan, tapi tidak bagiku, karena ia suka membantuku ketika ada hal yang sukar untuk aku pecahkan, seperti kemarin ia membantuku dalam mengerjakan praktek membedah tikus di laboratorium, aku pun mengucapkan terimakasih pada velish namun sebagai balasannya ia hanya meringis dan menumpahkan cairan berbau nan kental di meja lab, namun apa peduliku , mungkin itulah pengganti kalimat "sama sama" karena memang anak itu penuh basa basi dan bukan tipe orang yang to the point,ah sudah lah yang penting aku telah mengucapkan terimakasih dan aku bahagia , terimakasih vel, kau sahabat terbaikku
author : inka adiyanti
Selasa, 14 Oktober 2014
riddle#1-teman yang tak sopan!
hari minggu kemarin, aku besrta kedua temanku yaitu villa dan rasya menghabiskan hari tersebut dengan bermain sembari mengerjakan tugas , kami bersekolah di salah satu sekolah kejuruan dan mengambil jurusan pariwisata, kebetulan tugas pariwisata itu lumayan sulit sehingga kami harus mendiskusi kannya untuk menemukan jawaban yang tepat.
kerja kelompok tersebut akhirnya dilaksanakan dirumahku, kebetulan dirumah hanya ada mama dan mbok inah pembantu ku, jadi kufikir tidak akan terlalu mengganggu anggota rumah yang lainnya,
kerja kelompok pun dimulai rasya dan villamemang anak yang heboh,kocak,dan lucu.
kami bercanda dan tertawa setiap ada hal yang gila yang disampaikan oleh rasya.
untuk tamu yang berkunjung tentu saja tak enak hanya menyuguhinya air minum, namun persediaan camilan k tengah kosong, lalu aku pun bergegas menuju garasi untuk mengambil sepeda dan pergi ke minimarket yang ada dikompleks sebelah.
ketika aku kembali kulihat suasana di rumah menjadi sepi, ah mungkin mereka capek tertawa.
ku parkirkan sepedaku kembali ke garasi.
lalu sembari meletakkan camilan, aku pun bertanya pada mama, "ma, villa dan rasya mana? tadi kan mereka disini, " ujarku bingung. karena di ruang tamu hanya mendapati mama yang sedang membaca majalah dan memegangnya dengan tangan kanannya,sedangkan yang kiri tertutupi majalah tersebut
"teman temanmu sudah pulang"
"apa?tapi kenapa?"
"mama tak tahu, tapi mama pikir kau salah memilih teman"
mama benar, kalau mereka teman baik, mereka tak akan meninggalkan rumahku ketika aku tinggalkan sejenak.padahal aku keuar pun tak terlalu lama
sungguh temanyang tak sopan!!
author: inka adiyanti
kerja kelompok tersebut akhirnya dilaksanakan dirumahku, kebetulan dirumah hanya ada mama dan mbok inah pembantu ku, jadi kufikir tidak akan terlalu mengganggu anggota rumah yang lainnya,
kerja kelompok pun dimulai rasya dan villamemang anak yang heboh,kocak,dan lucu.
kami bercanda dan tertawa setiap ada hal yang gila yang disampaikan oleh rasya.
untuk tamu yang berkunjung tentu saja tak enak hanya menyuguhinya air minum, namun persediaan camilan k tengah kosong, lalu aku pun bergegas menuju garasi untuk mengambil sepeda dan pergi ke minimarket yang ada dikompleks sebelah.
ketika aku kembali kulihat suasana di rumah menjadi sepi, ah mungkin mereka capek tertawa.
ku parkirkan sepedaku kembali ke garasi.
lalu sembari meletakkan camilan, aku pun bertanya pada mama, "ma, villa dan rasya mana? tadi kan mereka disini, " ujarku bingung. karena di ruang tamu hanya mendapati mama yang sedang membaca majalah dan memegangnya dengan tangan kanannya,sedangkan yang kiri tertutupi majalah tersebut
"teman temanmu sudah pulang"
"apa?tapi kenapa?"
"mama tak tahu, tapi mama pikir kau salah memilih teman"
mama benar, kalau mereka teman baik, mereka tak akan meninggalkan rumahku ketika aku tinggalkan sejenak.padahal aku keuar pun tak terlalu lama
sungguh temanyang tak sopan!!
author: inka adiyanti
Langganan:
Komentar (Atom)